Pendidikan 4 menit membaca

Hari Sumpah Pemuda Ke-98: Giricahyo Deklarasikan Kedaulatan Karbon Desa Melalui Inovasi Digital Terpadu

Hari Sumpah Pemuda Ke-98: Giricahyo Deklarasikan Kedaulatan Karbon Desa Melalui Inovasi Digital Terpadu
Hari Sumpah Pemuda Ke-98: Giricahyo Deklarasikan Kedaulatan Karbon Desa Melalui Inovasi Digital Terpadu

JOGJABROADCAST-GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA (28 Oktober 2026) – Menandai momentum bersejarah Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul menjadi episentrum pergerakan lingkungan global berbasis kerakyatan. Melalui sinergi erat antara akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, dan jejaring pemuda, sebuah simulasi ekosistem terpadu bertajuk Program Asuh Pohon dan Gaji Karbon resmi diperkenalkan secara publik di Resto Segara Giri, Girijati, Gunungkidul. Agenda hari ini sepenuhnya berfokus pada pematangan simulasi sistem terpadu domestik bersama masyarakat dan pemuda setempat yang dimoderatori oleh Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A rektor IIQ An Nur Yogyakarta.

Inisiatif besar ini digagas oleh Yayasan Griya Jati Rasa (GJR) sebagai kelanjutan konkret dari konsep Pariwisata Karbon yang pertama kali diperkenalkan pada peringatan Sumpah Pemuda ke-97 tahun lalu. Program ini bertujuan nyata dalam memotong rantai tengkulak karbon global guna mewujudkan keadilan ekologis (Just Ecology) dan kedaulatan karbon di tingkat akar rumput desa.

 

Kolaborasi Sains dan Digitalisasi Terpadu

Program asuh pohon dan gaji karbon ini digerakkan oleh Tim Multidisiplin Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, yang mengintegrasikan tiga bidang keilmuan sebagai tindak lanjut atas hasil Evaluasi Tujuh Bulan Pertama hibah Yayasan pada Maret 2026 lalu:

1.           Ibu Dr. Aniek Prasetyaningsih, M.Si. dari Fakultas Bioteknologi menjelaskan tentang pemetaan berkala, mengukur volume biomassa tanaman, serta menjamin pemantauan hutan sehat secara ilmiah.

2.           Bapak Dr. Perminas Pangeran, S.E., M.Si., CSA., CRP dari Fakultas Bisnis menjelaskan tentang formula kompensasi nilai ekonomi oksigen menjadi nominal rupiah yang adil dan transparan, yang kemudian disalurkan langsung ke rekening para petani melalui aplikasi Semar Mobile yang dikelola oleh Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih.

3.           Bapak Restyandito, S.Kom., MSIS., Ph.D. dari Fakultas Teknologi Informasi (TI) menjelaskan tentang kompilasi data fisik tersebut menjadi "KTP Digital" pohon berbasis koordinat GPS, lalu menginstalasikannya ke dalam interface terpadu yang terhubung dengan portal global Indonesiaforclimatechange.com, yang dikelola oleh Yayasan Griya Jati Rasa yang kemudian dihubungkan dengan aplikasi Semar Mobile milik dari Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa.

 

Paradigma Teologi Karbon DEWI SRI

Direktur Yayasan Griya Jati Rasa, Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D., menegaskan bahwa landasan perjuangan ekologis di Giricahyo dipayungi oleh sebuah nilai luhur kearifan lokal tanah Jawa yang diformulasikan sebagai Teologi Karbon DEWI SRI.

"DEWI SRI bukan lagi sekadar simbol kesuburan masa lalu, melainkan metodologi modern bagi kami," ujar Dr. Farsijana. "Prinsip Development berbasis sains, Economy berbasis likuiditas hijau, With Wise melalui kearifan lokal karst, dan Impact penurunan emisi global, kami ejawantahkan melalui tiga taktik langkah aksi nyata di lapangan: Sadar secara kritis, Reklaim aset ruang spasial, serta Inovasi digitalisasi tanpa batas."

 

 

Validasi Regulasi dan Pengembangan Kemitraan Jangka Panjang

Guna memastikan akuntabilitas program, peluncuran ini didukung penuh oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) D.I. Yogyakarta (Bapak Aris Budi Pamungkas) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY (Bapak Trisno Budi Utomo) sebagai instansi pemerintah yang memvalidasi keandalan sistem agar dapat tercatat secara hukum dalam National Registry Roll (SRN PPI) Republik Indonesia demi mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia 2030.

Acara ini dimulai dari jam 10.00 s.d 14.00 WIB di Resto Segoro Giri, di Girijati. Pemaparan dari Pemuda Nusantara, Jescinka Priendisaputri dengan judul Peran Pemuda Nusantara sebagai Sukarelawan Penggerak Kedaulatan Karbon dari Desa menutup Sesi 2. Ajakan untuk pemuda-pemuda berdaulat melalui penanaman pohon bersama dengan pemuda/i Giricahyo diterima dengan baik. Giricahyo menanam, Giricahyo berdaulat.

Terkait pengembangan jejaring internasional, ke depan diharapkan kolaborasi riset internasional bisa dilakukan antara Yayasan Griya Jati Rasa (Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Kreativitas Bangsa untuk Keadilan dan Perdamaian) dengan delegasi Maryland University  dari School of Public Policy yang dipimpin oleh Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D. Kemitraan strategis ini diproyeksikan untuk merancang skema penebusan emisi perjalanan udara bolak-balik (carbon footprint offset) pada fase implementasi penuh program di masa mendatang.

Meskipun tahapan saat ini baru berupa simulasi operasional dengan tingkat kesiapan sistem mencapai 85%, agenda ini merupakan bukti nyata bahwa masyarakat desa bersama jejaring relawan Pemuda Nusantara mampu berdaulat atas aset lingkungannya sendiri. (Farsijana)