Ekonomi 3 menit membaca

Jogja Coffee Week 2026 Siap Digelar, 7.000 Lebih Destinasi Kopi Siap Sambut Ribuan Pecinta Kopi Dunia

Jogja Coffee Week 2026 Siap Digelar, 7.000 Lebih Destinasi Kopi Siap Sambut Ribuan Pecinta Kopi Dunia
Suasana Konferensi Pers Jogja Coffee Week #6 di Loman Hotel Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

JOGJABROADCAST - Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai jantung denyut industri kopi Tanah Air. Pada 4 hingga 6 September 2026 mendatang, Hall B-C Jogja Expo Center (JEC) akan berubah menjadi lautan aroma kopi dari seluruh penjuru negeri, bahkan mancanegara, seiring digelarnya Jogja Coffee Week (JCW) edisi keenam. Mengusung tema "Inclusive Vibes", perhelatan tahunan ini hadir bukan sekadar sebagai pameran dagang, melainkan sebagai ruang perayaan bersama bagi seluruh elemen ekosistem kopi, mulai dari petani di pelosok desa, barista di balik mesin espresso, pengusaha kedai, hingga penikmat kopi yang setia menyesap secangkir demi secangkir kenikmatan setiap harinya.

Ketua Panitia JCW #6, Rahadi Saptata Abra, mengungkapkan bahwa tahun ini sebanyak 179 stan akan memenuhi arena JEC, menghadirkan rangkaian produk kopi terbaik mulai dari biji kopi premium, teknologi pengolahan mutakhir, hingga berbagai inovasi kedai kopi yang siap memanjakan pengunjung. Kehadiran peserta dari luar negeri turut memperkaya warna pameran tahun ini. "Tidak hanya dari dalam negeri, peserta mancanegara turut hadir, memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat kopi dunia," ujarnya dalam Konferensi Pers Jogja Coffee Week #6 di Loman Hotel Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

Klaim tersebut bukan tanpa dasar. Data terbaru mencatat lebih dari 7.093 destinasi ekosistem kopi tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah angka yang menegaskan posisi kota budaya ini sebagai episentrum kopi paling dinamis di Indonesia. Setiap sudut kota, dari lorong-lorong kampung hingga kawasan wisata utama, kini telah menjelma menjadi rumah bagi para pegiat kopi yang terus berinovasi.

Semarak JCW #6 semakin lengkap dengan hadirnya JAWARA Coffee Competition 2026 yang mempertandingkan lima kategori bergengsi, termasuk Latte Art dan Mixology, sebagai wadah unjuk kebolehan para talenta kopi Tanah Air. Selain itu, Fun Roasting Coffee Competition (FRCC) turut dihadirkan sebagai ajang terbuka bagi para penyangrai kopi dari berbagai level pengalaman. Suasana festival akan semakin hidup dengan digelarnya Coffeetalk Talkshow yang sarat wawasan, serta penampilan musisi Panji Sakti yang siap menghibur para pengunjung.

Tidak berhenti di ranah festival dan kompetisi, JCW #6 juga mencatatkan sejarah baru dengan menggandeng Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) untuk pertama kalinya dalam menghadirkan Indonesia Coffee Business Summit (ICBS). Forum bisnis kopi berskala nasional dan internasional ini akan dipimpin oleh Eureka Bastian, mempertemukan para investor, pembeli, dan pelaku industri dalam rangkaian seminar, forum investasi, serta pertemuan bisnis strategis yang diproyeksikan membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Dari sisi ekonomi, Wakil Ketua Umum KADIN DIY, Robby Kusumaharta, menegaskan bahwa kopi kini telah bertransformasi menjadi powerhouse ekonomi daerah, bukan sekadar komoditas biasa. Dengan dukungan akademisi, riset berkelanjutan, dan inovasi dari kalangan kampus, ia meyakini Yogyakarta mampu melahirkan produk kopi unggulan yang berdaya saing di kancah global.

Optimisme serupa turut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, yang menyebut JCW #6 sebagai langkah luar biasa bagi pengembangan pariwisata berbasis kopi di Yogyakarta. Terlebih, penyelenggaraan tahun ini menargetkan kehadiran 300 peserta mancanegara dan 900 mitra bisnis potensial, sebuah ambisi yang mencerminkan kepercayaan diri Yogyakarta sebagai destinasi kopi kelas dunia.

Dengan fondasi ekosistem yang solid dan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, Yogyakarta kini siap melangkah lebih jauh sebagai Indonesian Coffee Showcase sekaligus destinasi wisata minat khusus berbasis kopi yang mampu menarik perhatian dunia.

Jogja Coffee Week edisi keenam pun bukan sekadar festival tahunan biasa, melainkan panggung spektakuler yang kian menegaskan Yogyakarta sebagai jantung kopi Indonesia. Melalui semangat "Inclusive Vibes", JCW 2026 hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh elemen ekosistem kopi untuk terus tumbuh, berinovasi, dan melangkah mendunia. (dwi)