JOGJABROADCAST-Y0GYAKARTA-Relawan selalu menjadi energi penting dalam setiap gerakan sosial maupun politik. Mereka bekerja bukan semata karena imbalan, tetapi karena keyakinan, harapan, dan rasa memiliki terhadap perjuangan yang dijalankan bersama. Namun sejarah juga menunjukkan, banyak gerakan besar justru melemah bukan karena kekurangan massa, melainkan karena rapuhnya konsolidasi dan buruknya koordinasi internal.demikian seperti diungkap Retno Sudiyanti yang merupakan mitra SPPG Caturharjo Sleman dalam gelaran Temu Koordinasi dan Konsolidasi relawan yang berlangsung pada Senin (30/6-2026)
Dia juga menambahkan bahwa Di tengah dinamika sosial yang semakin cepat, relawan tidak cukup hanya hadir dalam jumlah besar. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kekuatan itu disusun, diarahkan, dan dijaga dalam satu irama gerakan. Tanpa konsolidasi yang kuat, relawan mudah tercerai-berai dalam kepentingan sektoral, ego kelompok, hingga tarik-menarik kepentingan jangka pendek.
Konsolidasi bukan sekadar agenda kumpul-kumpul atau seremoni organisasi. Konsolidasi adalah proses menyamakan visi, memperkuat loyalitas perjuangan, serta memastikan seluruh relawan memahami arah gerakan secara utuh. Di sinilah pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan terbuka. Sebab banyak organisasi relawan runtuh bukan karena diserang dari luar, tetapi karena miskomunikasi di dalam tubuhnya sendiri terang Retno Sudiyanti.
Koordinasi juga menjadi kunci penting agar gerakan tidak berjalan sporadis. Relawan di lapangan membutuhkan arahan yang jelas, pembagian tugas yang terukur, dan pola kerja yang saling mendukung. Tanpa itu, energi besar justru bisa berubah menjadi kebingungan kolektif. Ada yang bekerja sendiri-sendiri, ada yang bergerak tanpa data, bahkan tidak sedikit yang akhirnya kehilangan semangat karena merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Momentum dimana saat ini terjadi gerakan pembersihan serta pembenahan tata Kelola program MBG secara nasional juga menjadi momentum penting bagi kita semua untuk juga menata diri serta berkonsolidasi untuk bisa meningkatkan pelayanan secara lebih baik lagi , saat ini SPPG Caturharjo Sleman telah memiliki berbagai sertifikat yang diperlukan sebagai sebuah satuan pelayanan pemenuhan gizi, dari mulai SLHS , sertifikat HCCP hingga sertifikat mutu layanan yakni ISO yakni ISO 22000 dan ISO 45001 ini bukti bahwa kami serius dalam menjalankan program MBG ini yang memang telah dirasakan manfaatnya , terang Retno.
Kegiatan konsolidasi dan koordinasi ini dijalankan menjelang SPPG Caturharjo akan mulai aktif Kembali di minggu depan . (dwi)